Candi Selogriyo Magelang Wisata Sejarah dan Alam

Candi Selogriyo Magelang, wisatane.com – Candi Selogrio merupakan sebuah peninggalan purbakala yang terdapat di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jateng. Diperkirakan bila candi ini dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno, abad ke-9 M. Candi Selogrio terletak di lereng timur dengan kumpulan tiga bukit, yaitu Bukit Condong, Malan dan Giyanti dengan ketinggian mencapai 740 meter dari atas permukaan laut.

Gambar Foto Cagar Budaya Candi Selogriyo MagelangSecara adminstratif, Candi Selogrio bisa Anda temukan di Dusum Campurrejo Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Rute terdekat ke kawasan wisata ini melalui jalur Magelang-Bandongan. Sampai di Pasar Bandongan, Anda bisa belok ke arah kanan untuk menuju ke Kecamatan Windusari. Di pertigaannya terdapat papan penunjuk arah ke Candi Selogrio Magelang.




Bangunan Candi Selogriyo Magelang

Bangunan candi ini sangat unik, bergaya arsitektur Indonesia klasik dengan latar belakang agama Hindu sebagai kiblatnya yang menghadap ke timur. Di keempat sisi dinding bangunannya terdapat lima buah reling tempat arca pewujudan dari dewa.

Arca tersebut adalah Ganesa berada di dinding barat, Durga Mahisasuramardini berada di dinding utara, Agastya berada di dinding selatan dan juga Nandiswara serta Mahakala berada di dinding timur. Keistimewaan lain yang dimiliki oleh candi ini adalah bentuk puncaknya yang unik, seperti buah keben dan kemuncak tersebut diberi nama amalaka.

Pamugaran Candi Selogriyo Magelang

Candi Selogriyo Magelang ini hancur pada Desember 1998 karena bukit yang menjadi tempat bangunannya berdiri mengalami longsor. Proses rekonstruksi yang dilakukan ulang selesai tahun 2005, waktu yang cukup lama. Karena sudah berada dalam kondisi baik lagi, alangkah baiknya jika kita bersama-sama turut serta untuk menjaga dan melindungi keindahan dan sejarah dari peninggalan candi sehingga anak dan cucu kita nanti bisa melihat keindahan dan sejarahnya dengan cukup baik, mungkin tidak seutuh aslinya namun masih dalam kondisi baik untuk dilihat.

Hiking bukan Visiting

Bila wisatawan asing datang berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Ngawen atau Candi Mendut dan Pawon, hampir semuanya selalu menyebut perjalanan wisata mereka sebagai visiting, namun pengecualian dengan Candi Selogrio, wisatawan asing yang datang berkunjung disini, menyebut perjalanan mereka sebagai hiking, selain karena sejarah candinya, beberapa wisatawan merasa lebih terkesan oleh panorama yang ada di sepanjang perjalanan mereka.

Kehebatan Alamnya

Mindy McAdams, seorang profesor jurnalistik yang berasal dari Universitas Florida, AS, kerapkali menggugah foto terasering persawahan serta aktivitas petani daripada candinya sendiri, ia banyak memotret perbukitan yang bisa dilihat dari dekat dari jalan setapak yang menuju ke candi.

Jadi dengan kata lain, wisata ke Candi Selogrio bukan hanya tentang sejarah dan bangunan unik saja, Anda juga bisa menikmati pemandangan indah yang ditawarkan oleh alam dan aktivitas para petani, kehebatan alam dan keistimewaan candi, membuat kawasan wisata ini selalu ramai pengunjung yang datang dari mancanegara maupun domestik.

Setidaknya ada 2 ribu wisatawan asing yang datang ke Candi Selogrio setiap tahunnya dan semakin bertambah setiap tahunnya.

Jika letih karena perjalanan, selanjutnya Anda bisa mandi air hangat di Candi Umbul

Anda yang suka melakukan perjalanan wisata alam, jangan lupa untuk datang berkunjung keĀ Candi Selogriyo Magelang, namun tetap berhati-hatilah karena jalanan ke kawasan wisata ini menanjak dan lebarnya hanya satu meter saja. Dan tahukah Anda jika 2 kilometer tepat di sebelah utara dari Candi Selogrio ini, terdapat air terjun atau curug yang belum memiliki nama dan karena alasan keselamatan, tidak banyak treveler atau pemandu wisata lokal yang berani untuk mengantar turis kesana.



Leave a Reply